Lewat Dongeng Mengajak

Lewat Dongeng Mengajak Anak Semangat Makan Sayur

LEWAT DONGENG MENGAJAK Mendongeng adalah langkah yang paling membahagiakan untuk mengajar pada beberapa anak satu arti khusus, misalkan saja masalah keutamaan mengonsumsi makanan sehat dan imbang.

Dalam Festival Dongeng Internasional Indonesia (FDII), Aceh, Sabtu (11/11/2017) di cafe Perpustakaan Kampus Syiah Kuala, Banda Aceh, seputar 40 anak terlihat semangat dengarkan dongeng ‘Penyihir Muka Asam dan Dita’. Kadang muka mereka sedikit ketakutan saat si penyihir berjalan di selang tempat duduk beberapa anak. LEWAT DONGENG MENGAJAK

Alkisah ada penyihir jahat yang suka mengusik beberapa anak. Si penyihir tidak suka jika beberapa anak sehat. Ia pengin beberapa anak sakit dan malas. Oleh karenanya ia membuat ramuan dari permen, es cream, camilan, keripik sampai makanan tidak sehat yang lain.

Tetapi sebentar ramuan itu nyaris jadi, si penyihir laknat sebab menyampaikan mantra yang tidak bisa disebutkan. Sayang, ramuan jahat itu sudah terburu usai dan ketinggalan di rimba belantara.

Tidak lama, seorang anak wanita petualang tampil di tengah-tengah rimba. Ia ria, rajin, terus tersenyum dan baik hati–namun seluruh karakternya berbeda waktu minum ramuan jahat yang dibikin penyihir.
Sekembalinya ke rumah, sang wanita petualang terlihat malas, ia tidak akan bernafsu, terus bermain handphone dan tidak pengin makan-makanan sehat.
Beberapa anak lalu disuruh menolong hilangkan ramuan jahat itu. Mereka disuruh ramuan berbahan sayur-mayur, buah-buahan dan susu supaya sang wanita petualang kembali lagi seperti sebelumnya. Ramuan juga jadi dan diminum oleh wanita petualang. Ia kembali lagi seperti yang lalu: sehat, ria, murah hati dan rajin menolong orang-tua.
Narasi yang tarik itu sukses membuat beberapa anak semangat dengarkan sampai acara usai. Dongeng itu ditampilkan oleh tiga pegawai Danone—Fauziah Syafarina Nasution, Anindita dan Pal—yang bergabung dalam program Bintang Nutricia.
“Bintang Nutricia memiliki tanggung jawab untuk memperlengkapi orangtua dan anaknya dengan pengetahuan gizi dan skema tumbuh
kembang anak di periode tiba. Mendongeng adalah medium yang pas untuk sampaikan nilai-nilai dari rumah berkenaan keutamaan gizi, nilai-nilai budi pekerti, kepribadian dan pembangunan watak anak dalam proses tumbuh kembangnya,” kata Ririn, panggilan dekat Fauziah.