MUDA BUKAN BERARTI TAK

Muda Bukan Berarti tak bisa kelebihan kolesterol

MUDA BUKAN BERARTI TAK Mentang-mentang masih terbilang muda beberapa orang yang lalu tidak perduli dengan makanan yang diasup. Walau sebenarnya kemungkinan tiada diakui kandungan cholesterol jahat pada darah telah tinggi. Oleh karena itu, jangan enggan lakukan check cholesterol. Cholesterol adalah molekul semacam lemak dalam saluran darah. Dalam kandungan normal atau kurang dari dari 200 mg/dl, cholesterol ialah teman dekat untuk mekanisme badan. “Cholesterol dibutuhkan untuk membuat membran sel, membuat hormon, sumber energi,” kata dr.P.Tedjasukamana, Sp.JP, pakar jantung.

Dia menerangkan, ada dua tipe cholesterol, yaitu low-density lipoprotein (LDL) yang diketahui selaku cholesterol jahat. LDL berperan menyalurkan cholesterol ke semua badan. Kelebihan LDL mengakibatkan penimbunan lemak pada dinding arteri. MUDA BUKAN BERARTI TAK

Saat itu tipe lemak lain ialah high densitas lipoprotein (HDL), yang mempunyai peranan bersimpangan dengan LDL. “HDL atau cholesterol baik ini berperan buang kelebihan cholesterol dari dinding pembuluh darah dan menahan penimbunan,” kata dr.Tedja pada acara medium edukasi bertema Cholesterol Jahat Membunuh Kapan Saja yang diselenggarakan oleh Pfizer di Jakarta (1/7). MUDA BUKAN BERARTI TAK

Kandungan LDL yang berlebihan (lebih dari 130 mg/dl) akan mengakibatkan penimbunan di pembuluh darah lama-lama akan menyempitkan pembuluh darah. Mengakibatkan ialah penyakit serangan jantung atau stroke.
Kematian tiba-tiba karena penyakit serangan jantung ini harus dicurigai sebab angkanya lagi bertambah. “Jantung koroner adalah penyakit pembunuh yang paling ditakutkan. Seputar 80 % wafat secara tiba-tiba,” ucapnya.
Ada faktor-faktor resiko pemicu cholesterol yang tidak dapat dirubah, yaitu factor umur, ada kisah cholesterol tinggi dalam keluarga, dan tipe kelamin. Pria berefek tinggi menanggung derita penyakit jantung koroner, tetapi resikonya sama pada wanita yang telah menopause.
Pola hidup adalah factor resiko penyakit jantung koroner. Mengonsumsi makanan tinggi lemak, kurang olahraga, dan merokok, memacu naiknya kandungan cholesterol.
“Makanan yang tinggi lemak dan cholesterol yang kita asup akan menambahkan jumlah cholesterol dari dalam hati. Karenanya awasi jumlah kalori yang diasup sama keperluan energi kita,” kata dr.Endang Darmoutomo, Sp.GK, dalam peluang yang serupa.