NONTON BOLA PAKAI

Nonton Bola Pakai Emosi Bisa Picu serangan Jantung

NONTON BOLA PAKAI Sesaat lagi Pertandingan Semi-final dan Final Euro 2012 akan diadakan. Tetapi, ada yang penting Anda lihat waktu melihat laga final itu yakni jangan gunakan emosi. Karena, emosi bisa memacu permasalahan pada kesehatan jantung Anda.

“Dijumpai resiko terserang penyakit serangan jantung atau jantung koroner bertambah sejumlah 25 % di hari laga sampai dua hari sesudahnya,” tutur Dr Keith, seperti diambil dari The Sun, Sabtu (19/5). Menurut dia, seorang yang melihat sepak bola mempunyai risiko sebesar 2x lipat terserang permasalahan pada jantung. NONTON BOLA PAKAI

Hal tersebut karena di saat melihat olahraga seorang semakin lebih banyak merokok dan konsumsi minuman dengan kandungan natrium atau garam tinggi dan minuman alkohol yang bisa tingkatkan kandungan hormon depresi hingga mengakibatkan perputaran darah terusik.

“Ke orang yang telah mempunyai permasalahan dengan jantungnya, karena itu resiko terserang penyakit serangan jantung 2 kali lipat semakin tinggi NONTON BOLA PAKAI

sepanjang alami depresi psikis,” bebernya. Keith menambah jika kenaikan risiko terserang

penyakit serangan jantung itu berlangsung saat seorang yang melihat sepakbola adalah fans berat dari team favoritnya itu.

Di mana penoton itu akan berasa mempunyai satu ikatan emosional dengan team yang lagi berlaga. saat pada keadaan
itu seorang akan rasakan kemelut, hingga badan akan melepas hormon yang bisa membuat darah bertambah lekat.
Selanjutnya seorang itu akan nampak lebih semangat dan bisa membuat renyut nadi dan tekanan darah bertambah. Ke-2 keadaan itu umumnya disebabkan oleh arteri koroner pada jantung seorang terusik.
Keadaan itu diperburuk bila seorang itu telah ada persempitan atau sumbatan pada pembuluh darahnya hingga bisa memunculkan
rasa ngilu pada seputar dada yang mendadak dibarengi napas sesak yang bisa membuat orang alami penyakit serangan jantung.
Untuk kurangi resiko permasalahan pada jantung, karena itu mulai dengan memerhatikan tehnik pernafasan, dan hindari
mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan kandungan natrium atau garam tinggi, alkohol, dan rokok.